jerapah

 



Dengan tinggi yang mencapai 5,8 meter dan leher 1,8 meter, jerapah menjadi hewan darat yang ikonis dan dikagumi oleh anak-anak. Tidak jarang anak-anak pun bertanya mengapa hewan ini memiliki leher yang begitu panjang. Kebanyakan orang tua kemudian akan menjawab bahwa leher jerapah berfungsi untuk membantu mereka memakan dedaunan di pohon yang tinggi. Penjelasan yang sangat populer ini adalah salah satu dari dua teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan mengapa jerapah berevolusis untuk memiliki leher yang panjang. (Baca juga: Mengapa Jerapah Ini Menggigit dan Melempar Bangkai Wildebeest?) Pertama kali dicetuskan pada tahun 1809, naturalis Perancis Jean Baptise Lemarck menyebutkan bahwa leher panjang jerapah merupakan bentuk survivalitas saat mencari makan. Jerapah berleher panjang diyakini hidup lebih lama dari yang berleher pendek sehingga dapat fitur tersebut dapat diturunkan dari generasi ke generasi.  Namun, penelitian Truman P Young dan Lynn A Isbel pada tahun 1991 menyatakan bahwa tidak semua jerapah menyukai daun yang tinggi. Para pendukung teori kedua ini percaya bahwa leher yang panjang tersebut merupakan hasil dari usaha mempertahankan keturunan jerapah per individu. Dipublikasikan dalam The American Naturalist pada 1996, pejantan jerapah akan bertarung dengan saling memukulkan lehernya untuk mendapatkan betina. Dalam pertarungan ini, pemilik leher panjang cenderung menjadi pemenang sehingga gen mereka pun diteruskan ke generasi berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages